swallow

Friday, October 14, 2005

THE BUSIER YOU ARE

Suatu hari, seorang ahli 'Managemen Waktu' berbicaradi depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakaiilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan olehpara siswanya.

Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis " Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:

" Apakah toples ini sudah penuh?"Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"

Kemudian dia berkata, " Benarkah? Dia lalu meraihdari bawah meja sekeranjang kerikil.

Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya,

sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi:

" Apakah toples ini sudah penuh?" Kali ini para siswanya hanya tertegun,
"Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
" Bagus!" jawabnya.Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir.
Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil danbebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab

Sekali lagi dia berkata, "Bagus!" Lalu ia mengambilsebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya:

"Apakah maksud dari ilustrasi ini?"

Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab,
"Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"

"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :

JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN
MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPATMEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.

"Apakah BATU-BATU BESAR dalam hidupmu?
Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu, ibadahmu pada Tuhanmu………………

Hal-hal yg kamu anggap PALING BERHARGA dalam hidupmu!
Ingatlah untuk selalu meletakkan BATU-BATU BESAR tersebut sebagai yg PERTAMA,
atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.

Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka……….kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".........



Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yangpaling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawabanyang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab,"Telinga, Bu."Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli.
Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti.

"Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi.
Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar.
Jadi, kali ini aku memberitahukannya,"Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang,jadi pastilah mata kita.
" Dia memandangku dan berkata,"Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta.
"Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawabanbaru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu,"Bukan.
Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku.
"Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih.
Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis.
Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untukmengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini.
Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antaraIbu dan aku.
Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku,
"Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".

Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa.

Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting.
"Dia memandangku dengan wajah keibuan.
Aku melihat matanya penuh dengan air mata.
Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.
"Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahankepala?
"Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis.
Kadang-kandang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis.
Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya.

"Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.
Tapi, simpati terhadap penderitaan yangdialamin oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan...
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamumembuat mereka berarti.

Monday, October 03, 2005

Adultery happens when you start looking for what you don't have.

Wow, this girl in my office is a real looker. I'm crazy about her because she's also understanding, intelligent, tender - so many things that my spouse is not."

Somewhere along the way, you'll find a woman or a man who will be:
- More charming or sensitive.
More alluring.
More thoughtful.
Richer
Have greater sex appeal

And you will find a woman or man who will need you and pursue you and go look over you more than your spouse ever did.

Because no wife or husband is perfect.
Because a spouse will only have 90% of what you're looking for.
So adultery takes place when a husband or wife looks for the missing 10%.

Let's say your wife is melancholic by nature. You may find yourself drawn to the pretty clerk who has a cherry laughter.

Or because your wife is a homebody in slippers and pajamas, smelling of garlic and fish oil, you may fall for a fresh-smelling young sales representative that visits your office in a sharp black blazer, high heels, and a red pencil-cut skirt.

Or because your husband is the quiet type, your heart may skip a beat when you meet an old college flame who has the makings of a talk show host.

But wait! That's only 10% of what you don't have.

Don't throw away the 90% that you already have! Add to your spouse's 90% the 100% that represents all the years that you have been with each other.

The storms you have weathered together. The unforgettable moments of sadness and joy as a couple. The many adjustments you have made to love the other. The wealth of memories that you've accumulated as lovers.

Adultery happens when you start looking for what you don't have. But faithfulness happens when you start thanking God for what you already have. But I'm not just talking about marriage. I'm talking about life!

About your jobs.
About your friends.
About your children.
About your lifestyles.
Are you like the economy airline

The main message:
If you start appreciating what you have right now, wherever you are is FIRST CLASS!